Ternyata Video Game Memiliki Sisi Positif Juga !!!!

Selama ini banyak di ketahui secara umum banyak orang yang beranggapan bahwa keberadaan video game lebih banyak membawa pengaruh negatif. Rata-rata semua orang mempunyai keyakinan video game merupakan faktor dibalik persoalan kekerasan, obesitas yang mendera anak-anak.

Namun fakta-fakta tersebut tidaklah seluruhnya benar, hal ini di buktikan dengan sebuah riset yang menyimpulkan bahwa video games yang selama ini menjadi kambing hitam akan ketidak beresan anak ternyata mampu memberikan peningkatan terhadap ketajaman dan akurasi bdalam berfikir.

Masing-masing tema games memberikan efek positif yang berbeda-beda terhadap seorang anak. Salah satu contoh game dengan tema petualangan memiliki efek positif untuk peningkatan kecepatan berfikir seorang anak, sedangkan game dengan tema teka-teki memiliki efek positif berupa peningkatan akurasi berfikir.

Riset yang dipimpin oleh Rolf Nelson, Profesor asal Wheaton College ini Norton, Massachusset, AS, mendapati kesimpulan itu usai menjalani riset yang melibatkan 20 anak-anak, yang diberikan tugas bermain game bertemakan petualangan atau game bertema teka-teki selama satu jam.

"Bermain game membutuhkan kecepatan fokus perhatian dan pergerakan motorik sehingga mampu menghasilkan strategi prima yang akurat," terang Nelson seperti dilansir Healthday, Senin (27/12).

"Sementara itu efek yang berbeda akan tampak tergantung dari jenis game yang dimainkan. Intinya, perbedaan jenis game yang dimainkan akan berpengaruh terhadap kemampuan berpikir dan tentu saja ada efek berbeda," tuturnya.
Sementara itu, Peneliti asal Beckman Institute, University Illinois, Candramallika Basak menilai keberadaan video game disatu sisi butuh pengembangan dan melintasi keinginan untuk mengembangkan kemampuan berpikir anak guna menunjang pertumbuhannya. Sebabnya, Basak menyarankan kepada setiap orang tua untuk memilihkan permainan yang tepat bagi keperluan pengembangan kemampuan.

"Mungkin saja video game mendapatkan tempat guna menjadi medium pengembangan kemampuan anak tapi tidak bisa menggantikan posisi latihan secara fisik dan interaksi sosial sebagai bagian dari pengembangan anak," tukasnya.

Basak menilai, video game sebaiknya diletakkan pada posisi pelengkap pendidikan bukan sebagai program yang berdiri sendiri."Pelatihan yang bagus tentu berkaitan erat dengan pelatihan secara fisik, pelatihan berpikir dan interaksi sosial. Bila ketiganya digabungkan tentu menyenangkan," ujarnya. ( Sumber Republika )

Seharusnya yang mesti dilakukan pengembang video game tidak hanya meletakkan video game sebagai bagian usaha yang berorientasi bisnis saja akan tetapi usaha yang menjadi bagian peningkatan pembelajaran seorang anak.

Semoga dengan adanya artikel ini bisa di jadikan refrerensi orang tua untuk memilih yang terbaik bagi perkembangan polah pikir anak-anaknya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: