Bekerja dengan beribadah

Alhamdulillah hirobbil alamiin. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam beserta isinya, satu-satunya sesembahan yang berhak untuk di sembah. Sholawat dan salam tidak lupa kita tujukan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, keluarga, para sahabat serta para pengikutnya yang baik sampai hari kiamat. Kehidupan manusia segala sesuatunya di tentukan oleh Allah SWT, tetapi manusia juga di berikan upaya untuk mengubah kehidupan dengan berusaha dan berdo’a.
Kesibukan dalam pekerjaan kadang membikin orang lupa akan penguasa sesungguhNya, seakan-akan orang berfikir bahwa dengan kekayaan akan membawa kehidupan menuju kebahagiaan dan keabadian, sehingga orang seperti di perbudak dengan pekerjaan dan urusan dunia. Dengan ketimpangan antara urusan dunia dan akhirat membuat orang bisa berbuat kejam dan berfikir untuk selalu berada dalam posisi yang lebih baik. Dunia sebenarnya bukanlah tujuan akhir dalam hidup, akan tetapi dunia merupakan langkah awal menuju kehidupan akhirat yang lebih baik. Dunia merupakan jembatan menuju akhirat, bagaimana kita menyikapi kehidupan ini sehingga bisa berjalan dalam jembatan kehidupan yang lebih indah, bermakna, berarti ???
Keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat tetap bisa kita lakukan tanpa mengurangi salah satu porsi keduanya, cuman bagaimana kita bisa melakukan tergantung kita sendiri menyikapinya. Selama ini mungkin lepas dari ketidak tahuan kita atau memang kita lupa bahwa sesungguhnya segala sesuatu tergantung dari niat kita. Niat merupakan kunci pokok dalam menjalankan segala pekerjaan, dimana dengan niat perkerjaan kita bisa di nilai sebagai satu bentuk ibadah atau bukan. Apabila perbuatan kita sehari-hari kita niati dengan melakukan ibadah maka akan mendapatkan pahala sebagai bekal kehidupan menuju akhirat. Akan tetapi kalo kita melakukan perbuatan sehari-hari tanpa niat untuk melakukan ibadah maka yang kita dapat hanya perbuatan kita sehari-hari itu saja. Demikian pula apabila kita bekerja dengan niat untuk ibadah insya Allah kita akan mendapatkan sesuai dengan apa yang kita dambakan. Satu sisi kita telah memenuhi kebutuhan hidup didunia dan dari sisi lain kita juga memenuhi kebutuhan akhirat. Wallahu a’lam bish-shawab
Mari kita kembali menata niat kita, apakah kita mencari nafkah ( bekerja ) setiap harinya sudah di landasi dengan niat yang benar..?? atau hanya sekedar bekerja …?? atau bahkan sebaliknya, bekerja tanpa tahu tujuan dari sebenarnya yang ingin kita capai..!!! Kita kembali koreksi diri sendiri untuk menuju kehidupan yang lebih baik di dunia dan kehidupan di akhirat. Amien ya Robbal Alamiin…..

2 Tanggapan

  1. Ya namanya bekerja jelas utk mencari nafkah, disamping itu juga kita harus mengabdi pada perusahaan atas pekerjaan kita. Lebih dari itu bekerja adalah ibadah jadi kita harus iklas atas pekerjaan tsb.

  2. gimana caranya untuk bisa menata niat bekerja sebagai ibadah kalo kita sendiri ngerasa terpaksa n tertekan sama pekerjaan kita sendiri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: